Kamis, Tanggal 29 Oktober 2009. Beranjak dari rumah menuju kantor dengan semangat yang cuma setengah, walaupun cuma setengah yang penting punya semangat. Berjalan santai dengan tangan ku selipkan di kedua kantong samping celana kerjaku. Berharap ini adalah hari yang menyenangkan. Seperti biasa untuk pergi ke kantor, aku menggunakan kendaraan umum. Dari Jl. Padang menuju pertigaan Bitung, nama jalan padang itu sebenarnya berawal karena ada rumah makan masakan padang milik orang tua adik kelas ku sewaktu SD di jalan itu, maka dari itu setiap penumpang Bis atau angkutan kota menyebut kata “Padang” jika ingin turun dijalan masuk ke kampung ku itu. Untuk ke pertigaan Bitung aku harus naik angkot dulu. Up’s, kenapa setiap naik angkot pasti aja ada yang ngerokok. Jika di ingat-ingat, yang aku temui rata-rata mereka yang ngerokok didalam angkutan kota atau bis adalah masyarakat yang berekonomi rendah. Tukang topeng monyet, tukang buah yang ditenteng-tenteng dan tukang mainan anak-anak ayng dijuak didepan sekolahan. Bukan merendahkan status mereka tapi kenyataan yang telah aku temukan seperti itu, dan memang tidak semua orang berekonomi rendah berprilaku seperti itu. Tapi, sekali saya bisa katakan faktanya yang saya temukan seperti itu.
Setelah turun dari angkot di Bitung, saya lanjutkan dengan menggunakan bis jurusan Terminal Kampung Rambutan – Balaraja kearah kebon jeruk. Lagi-lagi ketika masuk bis asap rokok ngebul dimana-mana. Betapa berkuasanya para perokok itu seperti tak merasa bahwa saya dan yang lainnya yang tak merokok memiliki hak untuk menghirup udara segar. Ketika bis mulai berada di jalur tol merak-jakarta seperti biasa musisi jalan mulai beraksi dengan karya-karya seni nya. kali ini seniman jalanan dengan bersenjatakan seruling yang sudah retak dan sajak-sajaknya, saya masih ingat beberapa kalimat sajaknya. “Jakarta itu kejam, Jakarta itu sadis”. Ngomong tentang kejam, saya mulai berfikir betapa kejamnya para perokok itu. Duduk di kursi sambil menghisap rokok lalu dibuang seenak hatinya di dalam bis. Bagi ku mereka sama saja seperti seorang pembunuh, pembunuh dengan cara meracuni orang lain dengan asap rokoknya.
Jumat, 30 Oktober 2009
Rabu, 21 Oktober 2009
Batik 100 % Milik Indonesia

Batik 100 % Milik Indonesia
Ada yang berbeda dihari Jum’at Tanggal 2 Oktober 2009, disaat negeri ini dilanda duka karena gempa Tektonik berkekuatan 7,6 Skala Richter yang melanda saudara-saudara kita di Sumatera hingga menewaskan ratusan bahkan mungkin ribuan korban jiwa, namun disaat duka masih dirasakan bangsa Indonesia, bangsa ini mendapatkan kado yang selama ini dinantikan dan memang seharusnya kita mendapatkannya. Kado terindah itu adalah batik. Ya, kebudayan batik yang selama ini menjadi rebutan antara bangsa Indonesia dan negeri jiran Malaysia kini resmi dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia yang berasal dari Indonesia. Dalam sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Takbenda di Abu Dhabi, pada 2 Oktober 2009 lalu. UNESCO memasukan batik Indonesia ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Takbenda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity). Pengukuhan batik ini merupakan sebuah berita gembira bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, selama tiga tahun pemerintah Indonesia bersama pengrajin batik Indonesia, pakar, asosiasi pengusaha yayasan / lembaga batik dan masyarakat Indonesia itu sendiri berusaha menyakinkan kepada dunia internasional bahwa kebudayaan batik merupakan budaya asli bangsa Indonesia. Untuk penilaian itu sendiri, juri yang berasal dari berbagai negara seperti Turki, Estonia, Meksiko, Kenya dan Korea Selatan serta UNESCO-Paris menilai bahwa Indonesia memiliki komitmen dalam menekankan perlunya perlindungan terhadap warisan budaya takbenda, seperti tradisi bertutur dan berekspresi, ritual dan festival, kerajinan tangan, musik, tarian, pagelaran seni tradisional, dan kuliner. UNESCO sendiri melihat bahwa Batik merupakan kebudayan bangsa Indonesia yang belum mati, yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Jika ditinjau dari segi sejarah nama batik sendiri berasal dari bahasa Jawa yaitu “amba” yang berarti menulis atau menitik. Batik sendiri sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit . Namun, perkembangan batik mulai berkembang pesat pada masa kerajaan Mataram yang kemudian berlanjut pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. Kesenian batik awalnya hanya dilakukan di dalam lingkungan kraton saja karena kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu dan para pengikutnya nya. Oleh karena banyak pengikut raja yang tinggal di luar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka (pengikut raja) keluar kraton dan dikerjakan di tempatnya masing-masing. Seiringnya waktu, batik mulai ditiru oleh rakyat pada masa itu, khususnya bagi kaum wanita yang membatik dengan tujuan mengisi waktu senggang. Lambat laun batik yang awal mulanya dikenakan hanya untuk raja-raja dan pengikutnya, perlahan-lahan mulai digemari oleh kaum pria dan wanita diluar kalangan kraton, yang hingga akhirnya batik pun menjadi pakai rakyat yang paling digemari pada saat itu.
Bangga
Secara pribadi ada perasaan bangga yang merasuk di dalam diri ini. Ketika memasuki sebuah Mal dan sewaktu berada di dalam bus Trans Jakarta di sekitar Jakarta Selatan, ada pemandangan yang tidak seperti biasanya saya lihat, di mana kaum muda baik itu mahasiswa / mahasiswi dan pelajar ikut serta memeriahkan “Hari Batik Nasional” yang belum lama ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 2 Oktober 2009. Batik yang selama ini dianggap sebagai pakaian untuk kaum orang tua dan hanya digunakan pada saat acara tertentu seperti acara seminar, pernikahan atau sunatan, saat ini pandangan tersebut telah ber angsur-angsur menghilang. Kini, batik menjadi sebuah fashion yang tak kalah trendy dibanding dengan fashion lainnya. Bahkan di era modern saat ini, sarung bantal, gordin, seprei, handuk, dan sejumlah produk lainnya banyak yang menggunakan kain batik.
Ternyata, tak hanya diri saya pribadi yang merasa bangga mengenakan kemeja batik, jika mengutip dari berita yang beredar saat ini, seperti yang telah ditulis di situs berita online okezone.com. Para Sopir Express Group yang sehari-harinya menggunakan seragam berlogo perusahaan Express Group pada hari jum’at (02/10) yang lalu serempak menggunakan batik sebagai bentuk rasa cintanya terhadap batik yang merupakan khasanah budaya bangsa yang bernilai tinggi. Dan tidak hanya sopir express Group yang ikut serta memeriahkan hari Batik Nasional. Di Jakarta, komunitas pencinta sepeda pun ikut serta merayakan Hari Batik Nasional dengan cara melakukan konvoi sepeda dari FX Plaza, Jl. Sudirman, Jakarta menuju Balai Kota di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Lain di Jakarta lain pula di Pontianak, di ibu kota propinsi Kalimantan barat ini, dengan mengenakan pakaian batik ratusan komunitas penggemar sepeda ontel juga melakukan aksinya bersepeda ria mengelilingi jalan-jalan protokol sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan Hari Batik Nasional yang sekaligus mengkampanyekan kepada masyarakat Pontianak bahwa batik tidak hanya pakaian yang dikenakan pada saat acara resmi namun batik juga bisa dikenakan ketika dalam acara dengan suasana santai. masyarakat Indonesia yang berdomisili di Nurnberg, Jerman pun tak mau kalah dengan masyarakat Indonesia ditanah air. Spanduk yang bertuliskan "Herzlichen Glueckwunsch BATIK zur Anerkennung am 2.10.2009 als indonesisches Welt-Kulturerbe von der UNESCO" (Selamat atas dikukuhkannya Batik Indonesia sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009) diarak di sepanjang pusat kota itu.
Dunia menyukainya
Jauh sebelum ditetapkannya 2 Oktober sebagai “Hari Batik Nasional”. Sebenarnya batik sudah disukai oleh tokoh-tokoh terkenal di muka bumi ini. Nelson Mandela salah satunya, pria yang disebut-sebut sebagai pahlawan dalam menyelaraskan antara ras lulit hitam dan kulit putih di Afrika selatan ini dengan bangga mengenakan batik pada saat pidato pertamanya sebagai presiden Afrika Selatan pada tahun 1994. Sungguh luar biasa, sosok pria yang berada di benua hitam sana merasa bangga menggunakan batik yang merupakan budaya asli Indonesia. Tidak hanya Nelson Mandela saja yang suka akan batik, Ann Dunham yang merupakan ibu kandung dari presiden amerika serikat pertama yang berasal dari kaum ras kulit hitam barrack obama juga dikenal sebagai sosok ibu yang mempunyai hobi mengoleksi batik. Hal ini dibuktikan ketika Ann Dunham memamerkan koleksi batiknya “barrack obama’s Mother and Indonesian Batiks” di beberapa museum di Amerika.
Klaim Malaysia
Pada tahun 2004, pemerintah Malaysia mencanangkan “Crafted for the World” sebuah program dimana pemerintah Malaysia mempromosikan batik Malaysia. pemerintah Malaysia gencar menghimbau kepada para pengusaha batik di Malaysia agar terus mengembangkan batik dengan memunculkan kreasi-kreasi batik yang menawan agar batik Malaysia bisa bertahan ditengah gempuran trend fashion saat ini. Tidak hanya itu pemerintah Malaysia pun melakukan promosi di pusat-pusat mode dunia agar batik Malaysia diterima dan dikenal oleh dunia internasional. Bahkan, iklan promosi Enigmatic Malaysia yang dibuat Discovery Channel yang menggambarkan seolah-olah batik merupakan kebudayaan asli Malaysia. Upaya yang promosi yang dilakukan Malaysia tentu saja menuai protes dari bangsa Indonesia.
Sebenarnya batik Malaysia merupakan pengembangan dari batik Indonesia yang disesuaikan dengan citra negeri jiran. Batik Malaysia sendiri sebagian besar diproduksi di dua tempat yaitu Kelantan dan Trengganu, Motif batiknya sendiri sangat mudah dikenali yakni warnanya mencolok dan motifnya pun terbatas. Corak batik Malaysia terdiri dua bentuk utama yaitu organik dan geometrik. Organik berunsurkan alam atau natural seperti awan larat, tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, dan hewan. Untuk contoh motif organik, seperti motif ayam, bunga buluh, kerak nasi, bunga kotak bercampur, anggrek, bunga raya dan daun sirih. Sedang motif geometrik seperti pucuk rebung, rama-rama, dan siput. "Motif yang paling banyak dipakai adalah motif bunga, seperti bunga orkid (anggrek), bunga matahari, dan bunga raya. Untuk proses pembuatannya batik Malaysia lebih banyak menggunakan proses cetak dan cap yang sederhana. Jika ditinjau dari cara pembuatan dan motifnya, batik Malaysia sekilas mirip dengan batik Indonesia Namun melakukan tindakan dengan mengatasnamakan batik merupakan kebudayaan asli Malaysia merupakan sebuah tindakan yang tidak bisa dibenarkan.
Jangan hanya euphoria semata
Semangat mempertahankan kebudayaan asli Indonesia seperti dicanangkannya hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober jangan hanya sebuah euphoria semata. Semangat ini harus terus mengalir pada semua rakyat Indonesia tidak hanya ketika pada tanggal 2 Oktober saja. Namun, semangat ini harus terus tertanam setiap hari dan tidak hanya untuk kebudayaan batik saja. Seperti yang telah kita ketahui bahwa bangsa ini adalah bangsa yang kaya akan budaya, sudah sepatutnya rakyat Indonesia menjaga dan melestarikan budaya bangsa yang merupakan harta yang tak ternilai harganya. Sudah berapa banyak budaya dan kesenian kita dicuri oleh Negara lain. jadi memakai batik jangan ketika Hari Batik Nasional saja.
Kamis, 11 Juni 2009
Bunga Mawar

Seorang gadis berkerudung merindukan ayahnya yang telah lama meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Allah telah mengambil sosok laki-laki yang ia sayangi dalam hidupnya. Suatu hari dia mengatakan isi hatinya melalui SMS pada kekasih hatinya. "Sayang aku merindukan ayah". tak hanya melalui SMS dalam Facebook dirinya mengatakan bahwa dia merindukan ayahnya.
Laki-laki itu membalas apa yang telah gadis itu tulis di Facebook. Ia menulis Bahwa dirinya akan menggantikan sosok ayah dan akan selalu menjaga juga menyayanginya. Beberapa hari kemudian, laki-laki itu pun mendapat balasan komentar atas apa yang telah ditulis bahwa akan menggantikan sosok ayahnya yang telah lama pergi. "kamu tidak bisa mengantikan sosok ayah". "jadilah diri kamu sendiri". "jadilah seperti bunga mawar yang selalu tumbuh indah dan harum". Ya! menjadi bunga mawar, itulah yang diinginkan gadis itu dari darinya, bunga yang menurut banyak orang adalah bunga yang selalu identik melambangkan kasih sayang dan cinta. Tapi tidak demikian arti bunga mawar bagi laki-laki tersebut, menurutnya bunga mawar bunga juga menjadi bunga simbol peperangan.
Bunga mawar merupakan tanaman hias berupa herba dengan batang berduri. Bunga mawar juga dikenal dengan nama bunga rose atau ratu bunga yang merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Di Yunani bunga mawar di jadikan simbol untuk dewi kecantikan dan gairah yaitu Aphrodite dan Venus. Bunga yang konon katanya dikagumi oleh Josephine istri dari Napoleon, ternyata memiliki aneka warna dan bentuk. setiap warna memiliki makna tersendiri. Seperti bunga mawar berwarna merah yang melambangkan tentang perasaan cinta kepada pasangannya atau kekasih pujaan, bunga mawar berwarna putih melambangkan tentang kesucian dan kepedulian dan bunga mawar berwarna ungu melambangkan tentang cinta pada pandangan pertama. Ketika seseorang memberikan bunga mawar, jumlah kuntum pun mempengaruhi arti dari bunga mawar itu sendiri. Jika memberikan bunga mawar hanya sekuntum bunga mawar tersebut akan berarti cintaku hanyalah untuk dirimu, sedangkan jika berjumlah enam kuntum bunga bunga mawar tersebut memiliki arti aku mencintai kamu dan jika memberikan sebanyak dua belas kuntum bunga mawar mawar tersebut berarti aku sangat mencintaimu.
The War of the Roses
Bunga mawar memang bunga yang unik, indah dan juga harum. Namun dibalik keindahan bunga mawar ternyata bunga mawar pun juga menjadi simbol peperangan. Dahulu ketika pada tahun 1453 terjadi perebutan mahkota di kerajaan Inggris antara dua keluarga bangsawan yaitu keluarga Lanchester dan keluarga York.
Henry VI yang berasal dari keluarga Lanchester pada saat itu menjadi raja. Awal mula terjadinya konflik, pada saat itu Henry VI hingga tahun 1453 belum juga memiliki keturunan. oleh sebab itu disiapkanlah Richard Duke of York sebagai pengganti yang sebenarnya lebih berhak atas mahkota raja. Namun masalah menjadi lebih kompleks ketika Henry VI mendapatkan keturunan seorang putra dan pada saat itu pula Henry VI mengalami gangguan jiwa. Dengan keadaan seperti ini majelis tinggi mengangkat Richard sebagai Lord Protector yaitu pejabat yang bertindak atas nama raja. Dengan menjadi Lord Protector, Richard leluasa mengusir musuh-musuhnya, bahkan permaisuri raja pun diusirnya. Tapi tak kala tahun berikutnya Henry VI sembuh dari penyakit gangguan jiwa. Dengan keadaan yang seperti ini Permaisuri raja melakukan balasan dengan mengusir Richard dari kerajaan.
Hilangnya kesempatan untuk menjadi raja. Richard akhirnya memutuskan untuk merebutnya dengan cara kekerasan yaitu perang. Dan pecahlah perang antara keluarga Lanchester yang menggunakan mawar merah di satu pihak dan kelaurga York yang berlencana mawar putih dilain pihak.
Bunga Mawar di hari Valentine
14 februari adalah tanggal dimana orang-orang merayakan hari kasih sayang. Sebuah perayaan yang bermula dari kisah seorang pastor bernama Santo Valentine yang dihukum oleh kaisar Claudius II karena menikahkan pasangan-pasangan di Romawi secara diam – diam walaupun Kaisar Claudius II melarangnya. untuk mengenang pengorbanan pastor Santo Valentine pasangan-pasangan yang telah dinikahkan itu pun menjadikan Tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang.
Sesuai dengan arti dari bunga mawar pada umumnya sebagai ungkapan cinta, pada hari kasih sayang inilah bunga mawar menjadi bunga yang paling dicari. Bunga mawar juga menjadi bunga keberuntungan. Pada malam hari tepatnya di daerah sekitar Jakarta Selatan banyak para pedagang bunga mawar yang memanfaatkan hari kasih sayang untuk mengais rejeki dengan menjual bunga di sekitar lampu merah dan disaat itu lah bunga mawar tidak saja bunga yang melambangkan tentang kasih sayang tapi menjadi juga bunga keberuntungan bagi mereka.
Jika dicermati ternyata bunga mawar memiliki peranan penting di muka bumi ini. Entah itu lambang cinta atau juga lambang peperangan. Bunga mawar memiliki puluhan makna bahkan mungkin ratusan makna berarti bagi mereka yang menyukai bunga mawar. Bahkan bunga mawar telah mempengaruhi dunia dengan jenis warna dan harumnya. (Suhadi Budiman dari berbagai sumber)
Rabu, 11 Februari 2009
Malam
Malam selalu berkata padaku, bangunlah basuhlah wajah mu dengan air wudhu. bersujudlah kamu dimana ketika mereka terlelap kau justru bermunajad didalam keheningan. malam tak lelah mengingatkan aku dengan udara dinginnya agar aku beranjak dari tempat tidur, agar aku dapat berucap Takbir dan Salam. Tapi aku terkadang acuh pada pada malam, tak menghargai apa yang ia nasehati padaku. malam menjelaskan padaku tentang ribuan dengkuran yang terasa sumbang, ribuan dengkuran terasa tak mengasyikan didengar. asyik dengan delapan jam dengkuran. manusia lupa dimana waktunya untuk menggapai surga, surga dimana kau bisa dengan tenang bertemu denganNYA.
Malam. maafkan aku, aku tak ubahnya seperti yang lain. kadang tak menghargai engkau, terkadang lupa jika engkau memberikan yang terbaik untukku. Hari ini aku mendengarkanmu, hari ini aku mengikuti nasehatmu. hari ini aku berada disampingmu, bersamamu mengucap ribuan doa, ribuan harapan, jutaaan impian agar aku dan kamu selalu ada dan bersama-sama sujud bermunajad.
Malam dan kesunyian selalu mengajak aku untuk selalu merendah dihadapanNYA, malam dan kesunyian selalu mengajak aku untuk selalu memohon kepadaNYA, Malam yang sunyi membawa aku agar dapat duduk berzikir kepadaNYA.
Adi
Pengadegan 12 Februari 2009 02:53 WIB
Senin, 19 Januari 2009
Tidak Mau
Pengadegan 16:09 Saturday January 10, 2009
Tidak Mau
Jika ada dan terasa
Tak akan aku berkelana
Tapi tetap saja belum nyata
Aku dan dia belum bisa
Tak bisa dipaksa aku tidak mau
Merayu tak bisa aku begitu
Aku biarkan ini berlalu
Jangan terpaku pada satu itu
Percuma aku pikirkan
Semua ini tak memungkinkan
Tapi bisa didatangkan
Maafkan dan maafkan
Memang sedikit tega
Hanya itu yang aku bisa
Tinggalkanlah semua
Aku bukanlah untuknya
Tidak Mau
Jika ada dan terasa
Tak akan aku berkelana
Tapi tetap saja belum nyata
Aku dan dia belum bisa
Tak bisa dipaksa aku tidak mau
Merayu tak bisa aku begitu
Aku biarkan ini berlalu
Jangan terpaku pada satu itu
Percuma aku pikirkan
Semua ini tak memungkinkan
Tapi bisa didatangkan
Maafkan dan maafkan
Memang sedikit tega
Hanya itu yang aku bisa
Tinggalkanlah semua
Aku bukanlah untuknya
Aku Akan Kembali
My House 13:30 Saturday December 21, 2008
Aku Akan Kembali
Mungkin aku akan pergi
Tapi aku akan kembali
Untuk mengambil yang kau miliki
Untuk merebut engkau punya hati
Syaratnya hanya Satu
Yaitu mampu
Ku yakin kau akan membeku
Jika aku tidak mampu
Tunggu saja sayang ku
Aku juga tak mau menunggu
Aku akan menjadi api yang menjadi penghangatmu
Ketika salju merusak hidupmu
Aku Akan Kembali
Mungkin aku akan pergi
Tapi aku akan kembali
Untuk mengambil yang kau miliki
Untuk merebut engkau punya hati
Syaratnya hanya Satu
Yaitu mampu
Ku yakin kau akan membeku
Jika aku tidak mampu
Tunggu saja sayang ku
Aku juga tak mau menunggu
Aku akan menjadi api yang menjadi penghangatmu
Ketika salju merusak hidupmu
Jika Satu Jam Saja
Home sweet home 21:07 Saturday December 20, 2008
Jika Satu Jam Saja
Jika Dia memberi waktu
Untuk setitik debu
Agar dapat berbuat sesuatu
Biar debu tak selamannya jadi debu
Apa cukup waktunya
Tangan dan kaki telah berbuat semaunya
Meski sudah tahu akibatnya
Kini aku tahu rasanya
Engkau maha pengampun
Setitik debu ini sedang terapung
Hanya bisa bersujud dan memohon ampun
Karena ku tahu hanya kepada mu aku berlindung
Jika Satu Jam Saja
Jika Dia memberi waktu
Untuk setitik debu
Agar dapat berbuat sesuatu
Biar debu tak selamannya jadi debu
Apa cukup waktunya
Tangan dan kaki telah berbuat semaunya
Meski sudah tahu akibatnya
Kini aku tahu rasanya
Engkau maha pengampun
Setitik debu ini sedang terapung
Hanya bisa bersujud dan memohon ampun
Karena ku tahu hanya kepada mu aku berlindung
Aku Yakin
My lovely house 08:20 Saturday December 20, 2008
Aku Yakin
Aku tahu dia merasakannya
Aku tahu dia mengharapkannya
Aku tahu dia menginginkannya
Aku tahu dia dia juga menyimpannya
Gerak tubuhnya memberi tanda
Tingkahnya memberikan isyarat nyata
Merdunya membuka mata
Matanya membuatku besar kepala
Apakah apinya akan padam ?
Apakah aku hanya diam ?
Melihat air mencoba untuk meredam
Melihat air mencoba untuk menerjang
Aku ingin dia di punggungku
Berbisik dan merayu
Hingga aku terdiam dan membisu
Tak berkata – kata hanya mata memandang
Aku Yakin
Aku tahu dia merasakannya
Aku tahu dia mengharapkannya
Aku tahu dia menginginkannya
Aku tahu dia dia juga menyimpannya
Gerak tubuhnya memberi tanda
Tingkahnya memberikan isyarat nyata
Merdunya membuka mata
Matanya membuatku besar kepala
Apakah apinya akan padam ?
Apakah aku hanya diam ?
Melihat air mencoba untuk meredam
Melihat air mencoba untuk menerjang
Aku ingin dia di punggungku
Berbisik dan merayu
Hingga aku terdiam dan membisu
Tak berkata – kata hanya mata memandang
Selasa, 21 Oktober 2008
Sumpah pemuda, dulu dan sekarang.

Sumpah pemuda, dulu dan sekarang.
Oleh Suhadi Budiman
SOEMPAH PEMOEDA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Itulah sumpah yang dikumandangankan pemuda-pemudi bangsa ini pada 28 0ktober 1928 di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat yang sekarang menjadi Museum Sumpah
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
Kong Liong. dengan semangat pemuda yang penuh rasa persatuan, bangsa ini dapat lepas dari penjajahan. Tanpa membeda-bedakan warna kulit, suku dan bahasa mereka bersatu memperjuangkan negeri ini agar lepas dari penyiksaan dan penindasan yang dilakukan belanda pada negeri kita tercinta ini. Sumpah pemuda merupakan bentuk tekad kuat para pemuda-pemudi pada masa itu untuk mempertahan bumi pertiwi ini lepas dari cengkraman bangsa lain dan bangsa ini tidak terus ditindas dan dianiaya oleh para penjajah.
Namun, sekarang sumpah pemuda hanya sebuah sumpah biasa dimata para pemuda-pemudi pada saat ini. Sebagian besar dari mereka lebih bangga dan lebih hafal atribut-atribut kapitalisme dibandingkan kekayaan negeri kita sendiri. Lihat saja, maraknya busana dan kebudayaan bernuasa barat yang menurut mereka ini merupakan bentuk mengikuti arus perubahan jaman yang notabene merupakan produk kapitalisme yang sedikti demi sedikit bangsa ini terus melupakan kekayaan kebudayaannya sendiri, serta melunturkan semangat persatuan dan persatuan. Tidak hanya itu, pertikaian para pelajar dan juga mahasiswa yang merupakan bakal calon penerus bangsa ini masih saja ada. Misalnya saja, Pertikaian antar genk motor yang menjadi tren pemuda saat ini. pertikaian seperti ini merupakan budaya kapitalisme yang masuk ke negeri ini melalui film-film box officenya. Pertikaian mahasiswa juga kini menjadi tren masa kini. Entah kenapa, para mahasisiwa kini lebih cepat terpancing emosinya ketika menghadapi sebuah permasalahan sepele dibandingkan mengggunakan akal sehat mereka. Apakah ini merupakan bentuk karakter baru pemuda-pemudi bangsa Indonesia sekarang ini, sungguh memalukan memang!
Kini, mau kemanakah arah sebenarnya para pemuda-pemudi bangsa ini? Sulit memang untuk menjawabnya dengan kondisi bangsa yang terus diguncang pertikaian yang setiap hari selalu saja ada entah itu karena kepentingan kelompok atau individu.
Pemuda-pemudi indonesia seharusnya tahu dan mengerti apa arti sumpah pemuda itu sendiri. Sumpah pemuda mengajarkan kita agar pemuda-pemudi Indonesia dapat selektif memilih dan pintar memfilter budaya kapitalisme yang masuk ke Indonesia secara membabi buta. Pemuda tidak hanya harus sekedar menghafal text sumpah pemuda ketika mereka berada di depan kelas saja. Melainkan, mengimplementasikan dalam kehidupannya sehari-hari, agar bangsa ini terus hidup dengan identitas aslinya sebagai bangsa yang kental akan budayanya, negara yang selalu menghargai kebudayaannya dan juga negara yang memiliki sikap ramah tamah terhadap orang asing sehingga negara ini tidak dicap sebagai negara Bar-bar yang selalu akrab dengan kekerasan dan pertikaian.
Kamis, 09 Oktober 2008
Pintu Itu Yang Ingin sekali Aku Lewati
Ketika pintu itu terlihat, aku ingin sekali masuk. Tapi, aku belum pantas masuk ke dalam sana dan merasakan semua keindahan yang ada di dalam sana. Aku masih kotor, noda-noda dosa belum aku bersihkan bahkan lumpur-lumpur dosa selalu ada di tubuh ini.
Pintu itu bercahaya, sejuk dan indah. Ribuan bahkan milyaran orang berjalan kearah pintu itu betapa bahagianya mereka dengan pakaian putih bersih dan dihiasi senyum kebahagiaan yang menandakan mereka adalah kekasih Allah. Suara para penghuni sorga memang merdu, tawa dan canda mereka terasa nikmat.
Ya Allah jangan dulu tutup pintu nya aku ingin sekali masuk..beri aku kersempatan..!!
Adie Jakarta 7 Oktober 2008
Pintu itu bercahaya, sejuk dan indah. Ribuan bahkan milyaran orang berjalan kearah pintu itu betapa bahagianya mereka dengan pakaian putih bersih dan dihiasi senyum kebahagiaan yang menandakan mereka adalah kekasih Allah. Suara para penghuni sorga memang merdu, tawa dan canda mereka terasa nikmat.
Ya Allah jangan dulu tutup pintu nya aku ingin sekali masuk..beri aku kersempatan..!!
Adie Jakarta 7 Oktober 2008
Langgan:
Entri (Atom)

